Official StoreTekan tombol di atas untuk membeli semua alat dan bahan eksperimen di web ini

Mengendalikan Kecepatan Motor DC dengan PWM via Arduino

Salah satu cara untuk mengendalikan motor DC adalah menggunakan PWM (Pulse Width Modulation). Pengendalian motor dengan metode ini adalah dengan cara mengirim tegangan yang diatur lebar pulsanya ke arah motor. Dengan mengatur lebar pulsa ke motor, maka motor seakan-akan disambung-putus ke sumber tegangan sehingga pada akhirnya akan diperoleh kecepatan motor yang diinginkan. Supaya diperoleh pengaturan tegangan yang ‘smooth’ maka frekuensi peng-‘on-off’-an motor juga harus diatur sehingga motor tidak menghentak-hentak laju asnya (jawa : nyendal-nyendal). Dengan demikian dibutuhkan frekuensi yang cukup tinggi dalam penyaklaran pulsa agar pengaturan kecepatan motor lebih halus. Frekuensi ini cukup diset sekali saja (konstan), sedangkan pengaturan kecepatan adalah berdasarkan lebar pulsa (namanya juga PWM he he). Lebar pulsa inilah yang kemudian disebut dengan duty cycle .

Perhatikan gambar di atas, duty cycle 0% adalah sama dengan tidak ada tegangan ke motor, duty cycle 25% adalah sama dengan tegangan 5V diberikan selama seperempat satu frekuensi penuh, duty cycle 50% sama dengan pemberian tegangan 5V selama setengah frekuensi penuh, dan seterusnya. Perhatikan juga bahwa duty cycle 100% adalah sama halnya dengan memberikan tegangan 5V selama satu frekuensi penuh. Ini sama halnya pemberian tegangan ke motor tanpa PWM. Dengan mengatur lebar pulsa (duty cycle) inilah maka kecepatan motor dapat diatur sesuai keinginan.

Berikutnya, karena motor DC membutuhkan arus yang besar maka sebelum masuk ke motor biasanya dibutuhkan sebuah driver yang berfungsi sebagai ‘gateway’ antara controller PWM yang biasanya hanya mengeluarkan arus kecil dan motor DC yang biasanya membutuhkan arus besar. 

Jika Anda menggunakan Arduino sebagai PWM generator, maka untuk motor DC dengan arus kecil (<100mA), Anda bisa langsung menghubungkan pinout Arduino langsung ke motor tersebut. Namun jika motor yang diatur kecepatannya membutuhkan arus yang besar (>100mA) maka Anda harus menggunakan driver supaya Arduino yang mengeluarkan arus kecil dapat mengendalikan motor DC yang membutuhkan arus besar.

Tulisan berikutnya akan membahas tentang program pengendalian kecepatan motor DC menggunakan arduino dan desain sistem driver motor menggunakan transistor/MOSFET/IGBT

Bersambung ….

Incoming search terms:

kendali pwm motor pada arduino, cara mengendalikan motor dc, cara program pwm arduino, kontrol motor dc dengan arduino, mengatur kecepatan motor dc dengan arduino, contoh program pwm arduino, program arduino kendali kecepatan motor, program arduino kontrol motor menggunakan PWM, kontrol kecepatan motor dc dengan arduino, cara menghubungkan arduino dengan motor
12 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!