Official StoreTekan tombol di atas untuk membeli semua alat dan bahan eksperimen di web ini

Belajar Pemrograman? Pahami Dulu Filosofinya

Mungkin diantara pembaca ada yang baru belajar bahasa pemrograman, atau baru punya niat belajar atau bahkan baru ‘dengar’ bahasa pemrograman, baik yang ikhlas belajarnya maupun yang ‘dipaksa’ keadaan. Bahasa pemrograman ada banyak, mulai dari yang low level sampai high level, namun karena berbicara filosofi, saya sebut saja secara universal sebagai ‘bahasa pemrograman’. Filosofi ini sangat penting sebagai dasar/pegangan Anda dalam memahami bagaimana sebuah program diciptakan, bagaimana merancangnya dan bagaimana agar aplikasi yang Anda buat sesuai dengan tujuan pembuatannya. Filosofi ini harus dimengerti sebelum Anda merancang sebuah program bahkan sebelum Anda membuat sebuah flowchart program.

Bahasa pemrograman dimaksudkan sebagai sebuah jembatan untuk membuat sebuah program/aplikasi digital yang berjalan pada sebuah mesin digital misalnya komputer, tablet PC atau handphone. Pada dasarnya sebuah mesin digital bekerja hanya mengenal dua keadaan saja yakni logika ‘1’ dan ‘0’, kadang disebut juga kondisi ‘high’ dan ‘low’ atau ‘true’ dan ‘false’. Beda dengan manusia yang lebih kompleks bahasanya, karena manusia adalah makhluk yang berbudaya. Di sinilah peranan bahasa pemrograman berada, yakni sebagai penghubung mesin yang ‘berbicara’ dua kondisi saja dengan manusia yang berbahasa lebih kompleks dan multi variabel.

Ini adalah filosofi pemrograman yang pertama. Jika Anda ingin belajar bahasa pemrograman, pahami benar dimana posisi Anda sekarang, yakni berada di tengah-tengah antara Anda sebagai manusia dan mesin yang ingin Anda kendalikan.

Yang kedua, ketika Anda memasuki tahap perancangan sebuah program, pahami betul potensi Anda dibanding dengan tujuan akhir pembuatan program. Saya coba berbagi tips bagaimana perancangan sebuah program yang baik. Saya biasa menyebutnya dengan rahasia 3 kotak. Rahasia ini berlaku universal apapun bahasa pemrograman yang Anda kuasai atau yang ingin Anda kuasai.

Kotak yang pertama adalah ‘Modal’. Modal disini adalah potensi Anda, kelebihan dan kelemahan Anda, sejauh mana penguasaan dan pemahaman Anda terhadap bahasa pemrograman tertentu, dsb. Kotak yang ketiga adalah ‘Hasil Akhir’. Ini adalah tujuan pembuatan program yang sedang Anda rancang. Untuk apa program tersebut Anda buat, bagaimana behaviour sebuah program itu berjalan dan keuntungan/hasil apa saja yang diperoleh dengan adanya program tersebut. Dan yang terakhir, kotak kedua adalah ‘Black Box’, kotak hitam. Saya menyebutnya demikian, karena memang begitu kompleks dan variatifnya proses yang berjalan di black box ini. Kotak ini adalah tugas Anda. Bagaimana dengan ‘Modal’ yang Anda miliki di kotak pertama bisa menjadi ‘Hasil Akhir’ di kotak ketiga. Jangan kuatir jika modal Anda terbatas. Dalam pemrograman selalu ada ‘pendekatan-pendekatan’. Saya ibaratkan begini : angka 6 bisa di dapat dengan menjumlahkan angka 3 dan 3, tetapi bisa juga mengalikan angka 2 dan 3 atau mengurangkan angka 10 dengan angka 4. Artinya selalu ada banyak jalan untuk memperoleh angka 6. Demikian juga dengan pemrograman, selalu ada jalan untuk meraih kotak ketiga, bagaimanapun dan apapun modal Anda di kotak pertama. Yang penting Anda harus kreatif dan jeli di kotak yang kedua, agar target Anda di kotak ketiga dapat tercapai walaupun (mungkin) ‘modal’ Anda terbatas di kotak pertama.

Demikianlah sedikit tips dari saya untuk Anda yang sedang belajar bahasa pemrograman. Setidaknya tips di atas sangat ampuh dalam menyelesaikan project-project dari client saya. Saya menganggap membuat program sama dengan membuat sebuah karya seni yang membutuhkan sentuhan-sentuhan artistik tanpa melupkan sisi artistik. Jika saya dan Anda diberi tugas membuat program yang sama, saya yakin tampilan dan pendekatan programnya akan berbeda walaupun fungsinya akan sama. Ini terjadi karena setiap manusia diciptakan unik oleh Allah SWT, memiliki style sendiri-sendiri dan memiliki ide kreatif sendiri. Inilah mengapa sebuah program bisa disebut sebuah karya seni. Semoga filosofi-filosofi dan rahasia 3 kotak di atas membantu Anda dalam memahami dan mempelajari bahasa pemrograman yang Anda ingin kuasai sekarang. Selamat belajar, dan ingat kata orang bijak : ‘Practice make perfect’  🙂

Incoming search terms:

filosofi pemograman, filosofi bahasa pemrograman, filosofi bukin progra
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!