Official StoreTekan tombol di atas untuk membeli semua alat dan bahan eksperimen di web ini

Mencoba Dimmer AC 2000W dan 4000W

Dimmer adalah perangkat elektronik yang dapat mengatur level tegangan sumber sesuai kebutuhan. Dari sisi sumber tegangan, ada dimmer untuk tegangan AC (dimmer AC), ada pula dimmer DC. Untuk dimmer AC, teknik yang digunakan adalah dengan mengatur sudut fasa gelombang sinus tegangan AC 220V, sedangkan dimmer DC menggunakan teknik PWM (Pulse Width Modulation) atau pengaturan lebar pulsa, secara tegangan DC tidak berupa gelombang sinus (lurus aja bentuk tegangannya). Dari sisi penggunannya ada produk yang manual dalam pengaturan level tegangan ada pula yang otomatis (menggunakan controller seperti Arduino, ATTiny, AVR atau Raspberry Pi.

Sebagai basic knowledge-nya, mari kita coba bedah bagaimana dimmer AC ini dapat bekerja. Tekniknya adalah sebagai berikut

Dengan mengatur sudut fasa gelombang sinus tegangan AC 220V, maka akan didapatkan tegangan rata-rata (Vrms) yang berbeda. Semakin besar sudut fasanya maka tegangan Vrms yang dihasilkan akan semakin kecil

Bagaimana teknisnya melakukan pengaturan sudut fasa gelombang tegangan AC 220V? Jawabannya adalah menggunakan TRIAC (atau disebut juga thyristor). TRIAC ini bisa dikatakan adalah gabungan dua buah DIAC (Diode AC) yang dihubungkan secara terbalik (jadi tegangan bolak-balik AC dapat mengalir) dengan sebuah gate sebagai pengendali on/off TRIAC tersebut. Dilihat dari datasheet-nya, terminal GATE Triac ini memiliki tegangan threshold yang dapat dimanfaatkan untuk mengatur on/off Triac yang pada akhirnya dapat di-on/off-kan sesuai sudut fasa

Untuk contoh skema rangkaian dimmer AC sederhana dapat dilihat pada gambar berikut:

Prinsip kerja rangkaian di atas terletak pada pengatur nilai resitansi potensiometer yang membentuk rangkaian timer RC besama dengan kapasitor C. Nantinya akan ada saat pengisian dan pengosongan kapasitor yang berefek pada pengaktifkan gerbang (GATE) TRIAC melalui DIAC. Dengan demikian TRIAC akan on/off sesuai sudut fasanya yang berkorelasi dengan nilai RC

Dimmer AC di Pasaran

Di pasaran setidaknya ada 3 macam Dimmer AC yang populer, yakni Dimmer 2000W, 4000W dan 10.000W. Sesuai dayanya, masing-masing dimmer ini hanya dapat berfungsi untuk rate beban di bawah spesifikasinya. Sebagai contoh untuk beban AC misal water heater 100 Watt, maka cukup aman jika Anda menggunakan dimmer AC 2000W. Tapi jika beban (load) yang akan diatur adalah motor AC 3 PK (1 PK=1 HP=746 Watt) maka Anda minimal harus menggunakan dimmer AC yang 4000 Watt.

Berikut ini adalah pinout terminal dimmer AC 2000W dan 4000W. Penggunaannya pun sederhana, yakni hanya ada 4 terminal, 2 terminal kiri untuk input tegangan listrik 220V, sedangkan 2 terminal sebelah kanan digunakan sebagai output yang dihubungkan ke beban

Beli dimmer AC 2000 Watt di sini
Beli dimmer AC 4000 Watt di sini

Beban (load) AC yang dapat diatur oleh dimmer ini contohnya adalah heater, motor AC, gerinda, pompa, lampu, dsb . Untuk demo penggunaan dimmer AC dapat disaksikan pada video di bawah

Terakhir kali, saya sarankan jangan menggunakan dimmer yang mendekati kapasitasnya. Usahakan beban yang akan diatur dayanya max 80% kapasitas dimmer AC yang akan digunakan, agar dimmer Anda awet dan tidak cepat panas atau cepat rusak.

Untuk tutorial selanjutnya akan saya bahas bagaimana mengendalikan sudut fasa ini (fungsi dimmer) menggunakan Arduino, NodeMCU dan Raspberry Pi. Nantikan ya ….

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x