Dengan Arduino kita dapat membuat sebuah web server sederhana semacam Apache, Nginx, Mongoose, dll. Tentunya dengan skala yang terbatas. Web server dengan Arduino ini banyak dimanfaatkan untuk meng-interface-kan
Untuk mendapatkan data lokasi dalam bentuk koordinat longitude dan latitude, Anda memerlukan sebuah perangkat GPS (Global Positioning System) client atau disebut juga GPS transceiver. Sistem positioning dengan GPS
Sensor MaxSonar HRLV adalah sensor jarak yang memiliki resolusi/ketelitian pengukuran sampai dengan 1 mm atau 1 digit dibelakang koma pada skala cm. Jika anda memakai sensor jarak yang
SIM800 adalah salah satu modem GSM/GPRS yang bekerja di empat band frekuensi, yakni 850, 900, 1800 dan 1900 MHZ. Sedangkan GPRs-nya mengadopsi teknologi multi slot class 12/10 dan
Magnet dapat dimanfaatkan sebagai sensor untuk sistem elektronik kita. Salah satu implementasinya adalah sebagai sensor on/off pengganti saklar mekanis. Contoh tipe sensor ini yang banyak digunakan misalnya untuk
Flow meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur aliran suatu zat (air atau gas) dalam luasan penampang tertentu. Pengukuran dengan flow meter akan menghasilkan sebuah nilai yang disebut
Sensor MQ-2 adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gas LPG, i-butana, propana, metana, alkohol, hidrogen dan asap. Kata datasheet, inti dari MQ-2 adalah material yang sensitif terhadap konsentrasi
Sensor Api atau flame detector adalah sensor yang mampu mendeteksi api dan mengubahnya menjadi besaran analog representasinya. Sensor api ini berbeda dengan sensor panas. Kalau sensor panas parameter
DHT11 adalah salah satu sensor yang dapat mengukur dua parameter lingkungan sekaligus, yakni suhu dan kelembaban udara (humidity). Dalam sensor ini terdapat sebuah thermistor tipe NTC (Negative Temperature
Ada kalanya kita ingin reset ulang Arduino untuk sekedar memastikan semua fungsi berjalan dengan semestinya. Atau jika Arduino dalam keadaan nge-hang karena suatu hal, tentu kita harus meresetnya.