IoT (Internet of Things) adalah protokol komunikasi via internet antar perangkat elektronik yang ringan dan tidak sensitif terhadap kecepatan data (bandwidth). IoT dirancang seringan mungkin untuk payload-nya dan
Pada artikel yang lalu sudah saya sajikan bagaimana membuat Audio Frequency Meter (alat pengukur frekuesi suara) dengan Arduino (Uno). Untuk mem-porting-nya ke NodeMCU ternyata tidak bisa lakukan, karena
Kali ini kita akan membuat sebuah alat yang dapat mengukur frekuensi khususnya frekuensi audio. Jadi alat ini dapat mengukur frekuensi sebuah suara / bunyi dengan hanya ‘mendengar’-nya saja,
Untuk kebutuhan listrik yang besar (misalnya untuk dunia industri) biasanya menggunakan tegangan AC 3 fasa (3-phase). Masing-masing fasa listrik ini biasanya dinamakan fasa ‘R’, ‘S’, ‘T’ (plus ‘N’
Pada artikel yang lalu sudah saya bahas bagaimana membuat rangkaian deteksi PLN dengan Arduino. Kali ini saya sudah membuatkan sebuah ‘PLN phase failure‘ module atau modul untuk mendeteksi
PCB atau Printed Circuit Board adalah papan tembaga yang digunakan untuk meletakkan komponen-komponen elektronik yang dirakit untuk menjadi satu kesatuan sistem yang bekerja dengan fungsi tertentu. PCB ini
Raspberry Pi Zero W merupakan versi upgrade Raspberry Pi Zero yang memiliki modul WIFI. Sedangkan Raspberry Pi Zero sendiri merupakan versi mini dari Raspberry Pi. Spesifikasinya sedikit lebih
Pada beberapa device atau sensor menggunakan interface arus 4-20mA sebagai outputnya. Contohnya sensor suhu PT100, pressure transmitter dan sensor-sensor industrial lainnya. Mengapa menggunakan output arus dan bukannya tegangan
Melanjutkan demo personal assistant saya, ‘mas’ Andika, pada video sebelumnya, kali ini saya akan mendemokan ‘kemampuan’ Andika untuk menyalakan lampu dari perintah suara. Bagi yang belum membaca artikel/video
Berhubung sudah pengen bikin vlog, jadi saya pikir perlu membuat sebuah asisten pribadi virtual (personal assistant) yang dapat membantu saya membuat video tutorial secara self service. Harapan saya