Official StoreTekan tombol di atas untuk membeli semua alat dan bahan eksperimen di web ini

Benthic, Melestarikan Permainan Tradisional Melalui Game Android

Mungkin sebagian teman-teman atau pembaca atau blogwalker yang mampir kemari bertanya-tanya, ‘Benthic’ itu game apaan sih? Benthic ini saya ambilkan dari kata ‘Benthik’, yaitu sebuah permainan tradisional asli Indonesia tempo dulu. Saya ubah namanya menjadi ‘Benthic’ supaya terdengar keren, menarik perhatian dan ‘menjual’ 🙂 . Dulu, waktu saya kecil sekitar tahun 1980-an, permainan ini sangat populer dan banyak sekali teman sebaya saya yang memainkannya. Cara permainan ini sangat mudah sekali, yaitu memukul sejauh mungkin sebilah kayu pendek yang diletakkan di lubang tanah buatan, menggunakan tongkat yang lebih panjang. Teknik memukulnya juga unik yaitu dicungkil ke atas baru saat melayang dipukul sejauh mungkin. Sebagai hadiah, bagi pemenang dengan lemparan terjauh akan digendong sejauh bilah kayu yang dilempar tadi oleh lawan main yang kalah. Peralatan yang dibutuhkan sangat sederhana sekali yakni tongkat kayu pendek (5-10 cm) dan tongkat kayu yang lebih panjang (30 cm) sebagai pemukul. Hikmah dari permainan ini (walaupun baru sekarang dipahami 🙂  ) adalah suasana kebersamaan karena minimal butuh dua orang untuk memainkan permainan ini, melatih koordinasi otot lengan dan mata (motorik kasar anak) dan menjunjung tinggi fair play karena pihak yang kalah menggendong pihak yang menang. Namun apa daya, seiring dengan perkembangan jaman, permainan tradisional ini mulai tergeser permainan yang lebih modern yang banyak menggunakan perangkat elektronik seperti game watch, playstation, dan sekarang ini handphone. Saya sedih juga melihat sudah jarang sekali anak-anak yang memainkan permainan ini (bahkan bisa dikatakan tidak ada),  padahal ada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sebagai warisan dari nenek moyang kita.

ilustrasi benthik. sumber: kurniawanlistyowibowo.wordpress.com

Nah, berangkat dari hal inilah, saya berpikir bagaimana agar permainan ini jangan sampai punah namun melalui cara-cara modern dan diminati anak-anak jaman sekarang. Ini sekaligus menjadi ‘my winning resolution’ di tahun 2012 ini, karena siapa tahu aplikasi ini bisa populer, dan mendatangkan income bagi saya (Amiin 🙂 ). Ide saya adalah begini : membuat sebuah game ‘Benthic’ dalam platform Android. Target saya adalah perangkat mobile yang berbasis OS (Operating System) Android seperti smartphone dan tablet PC.

Why mobile apps

Jujur saja, ide ini memang terinspirasi dari game Angry Birds (sudah tahu kan? Kebangetan kalau belum, he he he). Game ini menangguk sukses dengan mencatatkan revenue sebesar $70 million di amerika saja sejak pertama kali dirilis tahun 2009. Rovio, sebagai developer Angry Birds juga menerima pendapatan $1 million/month dari iklan yang tampil di game versi gratis di Android (sumber:Wikipedia.org). Itulah sebuah success story dari sebuah game sederhana namun punya kekuatan cerita yang luar biasa. Nah, dari sini saya mencoba berpikir ‘thinking locally from trend globally’, artinya bagaimana saya bisa menerjemahkan ‘jiwa dan nafas’ game angry birds ke dalam muatan lokal Indonesia. Ada dua hal yang coba saya raih bersamaan. Yang pertama adalah ‘niat baik’ saya melestarikan permainan tradisional, yang kedua adalah mencegah persaingan dengan konten asing. He he he, yang terakhir itu berat bagi saya, pemain lokal ngga punya modal kok mau bersaing dengan vendor asing yang penuh modal bergemerincing 🙂 . Akhirnya dua poros berlainan kutub tersebut bertemu dalam sebuah permainan bernama ‘Benthik’ atau ‘Benthic’ seperti yang saya ceritakan di awal. Ini masih berupa prototype ya, namanya juga resolusi, namun saya coba melakukan persiapan, strategi, dan merancang timeline supaya resolusi saya berhasil dan sukses di tahun 2012 ini (Amiin :-)). Ohya, mengapa saya memilih mobile application sebagai sarana melestarikan permainan ‘Benthic’ ini? Tak lain tak bukan, karena setelah melakukan riset kecil-kecilan di internet, saya menemukan bahwa mobile market memiliki pangsa pasar yang sangat besar, yakni 4 milyar pengguna secara worldwide.

sumber : onlinemarketing-trends.com

Yang kedua, mengapa memilih platform Android? Setelah saya pelajari lebih lanjut ternyata trend mobile OS ke depannya akan didominasi oleh Android dengan market share sebesar 43%. Tentunya saya harus fokus dulu ke salah satu platform agar bisa konsentrasi, dan saya pikir jika platform yang dominan saja bisa sukses, tentu platform yang lain juga akan mengikuti. Bukankah Angry Birds juga memulai kejayaannya melalui satu platform saja yakni iOS (OS Apple), dimana sejak diluncurkan tahun 2009 sudah terjual 12 juta copy melalui Apple Store. Setelah populer barulah dibuat game Angry Birds dengan platform OS yang lain.

sumber: en.wikipedia.org

Nah, dari sekian pemakai mobile phone, kebiasaan apa saja sih yang sering dilakukan terhadap mobile phone-nya tersebut? Ternyata 61%-nya menjawab bermain game! Lengkap sudah saya mengambil niche resolusi tahun 2012 ini. Mobile apps, Android  dan Games adalah komposisi yang saya rasa tepat untuk mencapai kesuksesan di tahun 2012 ini.

sumber: onlinemarketing-trends.com

Strategi

Supaya memenangkan pasar game Android yang cukup keras persaingannya tentu harus dipikirkan strateginya. Strategi pertama, seperti yang sudah saya jelaskan di atas,  yakni berpikir ‘locally’. Ini sudah saya temukan pada permainan ‘Benthic’ yang cara mainnya mirip-mirip dengan Angry Birds.  Saya pikir lahan ‘lokal’ tidak bakalan diambil oleh vendor asing, karena yang tahu seluk budaya lokal adalah kita sendiri. Ini adalah keunggulan pertama saya. Strategi yang kedua kekuatan cerita. Jika Angry birds menjual ide cerita sederhana yakni kemarahan seekor burung karena telurnya dicuri dan berusaha menghancurkan kandang si babi pencuri untuk memperoleh kembali telurnya, maka saya harus punya ‘tema cerita’ yang bisa menjadi daya tarik bagi siapa saja yang memainkan game “Benthic ini’. Kalau ini sih, saya tidak terlalu mengernyitkan dahi karena sudah dari sono-nya pemainan ‘Benthic’ ini memuat nilai-nilai luhur warisan nenek moyang, yakni kebersamaan, persaingan dan semangat fair play.  Strategi terakhir sekaligus senjata andalan game ‘Benthic’ ini adalah adanya option untuk bermain bersama teman secara online. Fitur ini saya rancang sebagai ‘killer application’ karena saya mengandalkan ‘romantisme masa lalu’, yakni kerinduan bermain bersama teman sekampung sewaktu kecil dulu. Anda tentu rindu masa-masa kecil Anda, bukan? Bagaimana bisa ditengah kesibukan Anda, dan domisili teman-teman lama Anda yang berpencar, Anda bernostalgia melakukan permainan seperti masa lalu. Jawabannya cuma satu, yakni internet. Dengan saling terhubung melalui internet inilah Anda dan teman kecil Anda bisa bermain lagi memainkan permainan yang dulu dimainkan bersama. Hmm, kalau saya sih memori masa kecil begitu indah untuk dilupakan. ‘Bermain’ dengan teman semasa kecil tentu akan terasa menyenangkan. Ini yang coba saya tawarkan dalam game ‘Benthhic’ ini, karena sangat cocok dengan falsafah khas Indonesia (Jawa khususnya) yakni ‘mangan ora mangan sing penting kumpul’ (nilai kebersamaan). Jadi, strategi memainkan perasaan romantisme masa lampau ini menjadi ‘agenda tersembunyi’ disamping tujuan awal pembuatan game “Benthic’ ini, yakni untuk melestarikan permainan tradisional dan mempopulerkannya kepada anak-anak jaman sekarang. Kurang lebih kalau saya mencoba mem-breakdown target marketnya, untuk umur 25 th ke atas (pada tahun 2012 ini) target yang dibidik  adalah romantisme masa lalu, sedangkan untuk usia di bawah 25 th ke bawah targetnya adalah mempopulerkan permainan tradisional. Niche dengan specific target seperti ini saya pikir akan sangat susah ditembus pemain asing. Apalagi sekarang ini ada social network semacam facebook dan twitter yang pastinya akan mendukung pemain game ‘Benthic’ untuk selalu terhubung. Saya aja punya grup facebook yang berisi teman-teman SD, yang ketemunya juga dari searching  di facebook. Nah, kekuatan word of mouth dalam jejaring sosial via internet ini saya prediksikan turut membantu popularitas game ‘Benthic’.

Timeline

Tahun 2012 saya pikir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni hanya memiliki 12 bulan 🙂 . Jadi agar di tahun 2012 ini sukses, maka saya harus menyusun timeline agar sesuatunya berjalan sesuai dengan rencana. Karena basic saya adalah seorang programmer desktop application, migrasi ke mobile programming saya pikir tidak akan memakan waktu yang lama. Dua bulan saya canangkan untuk bisa menguasai Android sebagai platform game “Benthic’ yang pertama. Tiga bulan berikutnya akan saya pergunakan untuk  design, programming, testing dan review. Jadi di quarter 2  (Q2) tahun 2012 ini nanti saya harapkan aplikasi game ‘Benthic’ sudah muncul versi Beta-nya dan siap di-release untuk publik. Saya harap dari sekian pengunjung yang membaca artikel saya ini ada yang tertarik dengan ide saya dan mengajak saya untuk bekerjasama untuk mewujudkan  ide saya di tahun 2012 ini. Amiin.

Incoming search terms:

game android permainan tradisional, game online atau benthik, game tradisional android, buku membuat aplikasi android dengan eclipse, permainan tradisional game android, permainan tradisional android, permainan tradisional ada di game android, permainan benthic, game tradisional indonesia untuk android, game tradisional eclipse
9 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!