Official StoreTekan tombol di atas untuk membeli semua alat dan bahan eksperimen di web ini

Sensor/Detektor Tegangan AC 220V Sederhana dengan Optocoupler H11AA1

Jika Anda sedang mencari Sensor/Detektor Tegangan AC 220V, mungkin rangkaian dengan optocoupler H11AA1 ini bisa jadi solusi sederhana. Rangkaiannya relatif simpel, sedikit komponen dan gampang dicari di pasaran, dan saya yakin murah sekali harganya. Inti dari rangkaian detektor ini adalah mendeteksi ada atau tidak tegangan PLN 220 VAC. Itu saja. Jadi tanpa mengukur besaran tegangannya.

Komponen yang diperlukan untuk rangkaian ini antara lain :

–          Resistor 100k/1W (resistornya harus 1W ya supaya ngga panas)

–          Optocoupler H11AA1

–          Resistor 10K (kalo resistor yang ini bisa 1/4 watt)

–          Elco 10uF

Gambar rangkaiannya adalah sebagai berikut 

H11AA1 adalah optocoupler yang dilengkapi DIAC pada input pinnya (pin 1 dan 2), jadi bisa langsung dihubungkan dengan tegangan PLN 220VAC. Tapi yang perlu diperhatikan adalah jangan lupa memberi resistor 100K/1W pada pin 1 agar optocoupler internal tidak kelebihan arus (lihat datasheet H11AA1). Berikutnya sisi output pada pin 4 dihubungkan dengan ground sistem output (misal mikrokontroller atau Arduino) dan pin 5 merupakan output sensor/detector setelah sebelumnya dihubungkan  dengan resistor pullup 10K dan Vcc 5VDC (lihat gambar rangkaian di atas. Mohon maaf, gambar rangkaiannya ditulis tangan aja, biar cepat nulis artikelnya he he he.

Cara kerja rangkaian sensor/detektor tegangan AC di atas secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : ketika ada tegangan AC 220V masuk ke pin 1 dan 2, akan menghidupkan LED internal di dalam IC.  LED ini akan ‘memancarkan cahaya’ yang akan menghidupkan fototransistor internal yang ada di dalam IC H11AA1. Jika pin 5 dihubungkan dengan resistor pull up dan Vcc 5V maka pin 5 akan bernilai 5V (logic ‘1’) jika tidak ada tegangan PLN dan akan bernilai 0V (logic ‘0’) jika ada tegangan PLN masuk di pin 1.  Nah, jadi fungsi detektor sudah bisa digunakan dan kompatibel dengan sistem mikrokontroller (jika rangkaian ini dimaksudkan untuk detektor tegangan AC dalam sistem digital). Ohya, karena logika output adalah merupakan negasi dari input (PLN ON à logic 0, PLN off à logic 1), maka software Anda harus bisa menghandle-nya. Gampang kok, kapan-kapan saya tulis artikelnya 🙂

Jika Anda masih bingung, mungkin  ‘daleman’ IC H11AA1 ini bisa membantu pemahaman Anda. Perhatikan ada LED DIAC dan fototransistor internal yang berfungsi sebagai optocoupler internal. Keuntungan menggunakan optocoupler dalam bentuk IC adalah tidak akan terinterferensi dengan sumber cahaya eksternal. Dan keuntungan menggunakan optocoupler dalam sistem sensor/detektor tegangan AC ini adalah terisolasinya sumber tegangan AC yang disensor (pin 1 dan 2) dan output (pin 4 dan 5) yang digunakan dalam sistem kendali (misalnya mikrokontroller). 

Selamat berkreasi …

Incoming search terms:

sensor tegangan ac, rangkaian sensor tegangan, sensor tegangan ac 220, rangkaian optocoupler, detektor tegangan ac, rangkaian sensor ac, membuat sensor tegangan, rangkaian detector arus pada peralatan 220v, rangkaian pendeteksi tegangan, Ac detektor
23 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!