Official StoreTekan tombol di atas untuk membeli semua alat dan bahan eksperimen di web ini

Cara Menambahkan Library di Arduino dan Penggunaannya

Salah satu kelebihan Arduino adalah memiliki banyak library yang mendukung pembuatan suatu sketch. Library merupakan kumpulan subrutin yang mempunyai fungsi tertentu. Biasanya, sebuah modul/shield Arduino akan dibuatkan library tersendiri oleh pabrikannya. Jika pun tidak, nantinya akan ada yang membagi library buatannya secara gratis di internet. Memang, komunitas pecinta Arduino sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia. Dan hebatnya lagi semuanya saling sharing pengetahuan masing-masing secara gratis dalam sebuah komunitas open source.

Ada banyak sekali library Arduino yang tersebar di internet. Contohnya adalah library ‘NewPing’ untuk mengukur jarak menggunakan modul sensor ultrasonik, library ‘FreqCounter’ untuk menghitung frekuensi dengan Arduino, library ‘EmonLib’ energy monitoring dengan Arduino , dan masih banyak library yang lain. Beberapa contoh library yang didedikasikan untuk hardware yang spesifik misalnya, library ‘GSM’ untuk GSM shield, library ‘Ethernet’ untuk Ethernet shield, library ‘WIFI’ untuk WIFI shield dan masih banyak yang lain. Yang perlu Anda ketahui bahwa library yang dibuat untuk hardware tertentu hanya dapat digunakan untuk hardware tersebut. Contoh, motor shield yang ditemui di pasaran ada banyak sekali tipenya. Pabrikannya juga beda-beda. Nah, antar pabrikan biasanya akan mengeluarkan library sendiri-sendiri yang hanya berfungsi untuk hardware produksinya. Selain itu, ada juga library yang sifatnya menambah fungsionalitas papan Arduino, seperti library ‘Time’ untuk membuat RTC dari Arduino atau library ‘SoftwareSerial’ untuk mengemulasi pin digital menjadi pin serial.

Jika Anda ingin menggunakan subrutin-subrutin yang terdapat di sebuah library, Anda harus menambahkan library tersebut ke dalam software IDE Arduino. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Sebuah library biasanya di-deploy dalam bentuk file terkompres (*.zip). Anda harus mengekstraknya terlebih dahulu menjadi sebuah folder

2. Copy-kan folder tersebut (beserta seluruh isinya) ke folder instalasi Arduino (defaultnya adalah di C:\Program Files\Arduino\libraries

Untuk mengecek apakah library sudah berhasil masuk ke sistem IDE Arduino, coba lihatlah di submenu File | Examples, karena biasanya dalam folder library akan disertakan contoh program/sketch-nya.

library arduino

Dan yang terakhir, untuk memanggil subrutin-subrutin yang ada di library, Anda harus mendeklarasikan nama library tersebut di bagian paling dari sketch Anda, dengan sintaks ‘#include <nama_library>. Contoh :

#include <GSM.h>

#include <EEPROM.h>

Keuntungan menggunakan library adalah masalah kecepatan dalam menyusun sebuah program. Dengan memanfaatkan library, Anda tidak perlu lagi menyusun subrutin-subrutin kecil untuk menangani hardware interfacing Arduino Anda dalam level pin atau elektrikal. Cukup memanggil subrutin, maka tugas penanganan hardware akan dilakukan oleh library tersebut. Bahkan mungkin Anda akan dapat menyelesaikan sebuah project Arduino yang sederhana dalam waktu 5 menit saja, seperti yang saya contohkan di sini, di sana dan di situ :). Selamat bereksperimen ….

 

Incoming search terms:

kumpulan library arduino, cara membuat library arduino, cara menambah library arduino, fungsi library arduino, cara menambahkan library pada arduino, cara memasukkan library arduino, cara menambahkan library arduino, membuat library arduino sendiri, cara menambahkan library di arduino, cara instal include library
24 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!